Selasa, 07 Agustus 2012

Dia, Bocah Yang Berhasil Membungkam Dunia

Berawal dari iseng - iseng browsing pada nih malem, secara ga terduga membawa gw pada sebuah artikel yang cukup bikin adrenalin gw berdetak cepat, membuat pembuluh-pembuluh darah ini pun bekerja dengan sigap. Merinding gw bacanya !

Engga sengaja gw nemu suatu kisah istimewa yang menceritakan tentang seorang yg bernama Severn Suzuki. Doi lahir di Kanada tanggal 30 November tahun 1979.
Yang bikin dia istimewa adalah waktu umurnya masih 9 tahun, dia udah ngediriin organisasi yang namanya Enviromental Children's Organization ( ECO ).

Nah, ECO itu sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah lingkungan.
Bak gayung yang bersambut, suatu ketika mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg masih berusia 12 Tahun, sebagai perwakilan ECO ngasih pidato dahsyat yg ternyata isinya langsung  membungkam beberapa pemimpin dunia terkemuka.

okay, biar loe pada juga bisa ngerasain dan ga nganggep gw cuma melebih- lebihkan, ini dia gw mau kasih tau isi pidatonya. Oia, satu lagi, cuma mau ingetin sekali lagi, Savernn bacain ini pidato di tengah Konferensi PBB waktu masih 12 thn!

whoop,
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
------------------------------------------------------------
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada di sini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada di sini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak didengar.

Saya merasa takut untuk berada di bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami
menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan
mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.

Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untukkehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " .

Jika seorang anak yang berada di jalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa
kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja, 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu,bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa
berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.



::
Jleeebbb.
Bener-bener nusuk kan.
Pidatonya itupun udah bikin gag berkutik satu ruang sidang Konperensi PBB, semua orang-orang penting dari seluruh dunia cuma bisa diem aja, tatapan mereka kosong, hanya karena pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah
kepada anak berusia 12 tahun itu.

Sambil menahan malu, dan ngumpulin semua sisa-sisa keberanian yang ada, ketua PBB saat itu cuma bisa membalas  dalam pidatonya:

"Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "

Dari isi pidato Severn tadi, gw bener-bener di sadarkan betapa berharganya lingkungan kita, sementara selama ini ini gw hanya berleha-leha aja ngerusakinnya. Bodoh memang.
Satu lagi, gw bener-bener ngerasain banget ini adalah pembuktian. Bahwa di balik tubuh kecilnya Savern, kuasa Tuhan bener-bener besar bekerja didalamya.

follow me on twitter : @dermonttt

Selasa, 31 Januari 2012

IMMANUEL

Terdampar di kota malang, suatu kota antah berantah yang hanya gw tau merupakan kota penghasil apel, adalah suatu tanda tanya yang terus tumbuh dan bertumbuh dalam benak gw.

Gw ga mau men-judge kalian wahai pembaca notes gw yang berbahagia, tapi gw yakin kalian para perantau yang terjerembab dalam dinginnya malang ini, pasti juga pernah kan bertanya-tanya dalam hati,
“kenapa Tuhan menempatkan diri ku dalam dinginnya kota malang ini ?”
“kanapa dimalang, kan kejauhan !”
“ kenapa ga bekasi aja yang banyak artisnya ?”
“trus kenapa juga dia engga ngasih respon ?”
“kenapa ? kenapa Tuhan ?“


***

Hmphh..
Percayalah kawan, gw yang rupawan ini pun pernah mengalami masa kegalauan seperti itu, bahkan mungkin dalam tingkat yang lebih ekstrem. Kalo di presentasikan, kira-kira kegalauan yang gw lakukan seperti ini,

Di waktu malam hari, terdiam dalam kosan, dengan isi benak yang di penuhi pertanyaan diatas, sambil memandangi poster Britney, berharap itu gambar tiba-tiba hidup dan minta di kelonin, sambil sesekali ngelirik handphone yang dari tadi sepi, menunggu dia yang terkasih membalas sms gw. Gaa di bales !

Sedangkan ketika pagi hari, bangun tidur masih terus bertanya apa maksud Tuhan, terduduk ngumpulin nyawa, senam muka dikit kaya orang baca mantra, ngecek HP masih aja sepi, ga ada balesan sms dari dia yang terkasih. Suram !

Gw juga ga ngerti sebenenya gw galau karena terus mencari apa maksud Tuhan, atau karena gadis yang ga mau bales sms gw itu, tapi intinya kawan, gw juga pernah mengalami saat – saat pilu seperti itu.

***

Hingga pada akhirnya gw kenal PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) IMMANUEL.



PMK IMMANUEL itu sendiri di desain oleh persekutuan antara dua fakultas di Universitas Brawijaya, dengan latar belakang yang berbanding terbalik 180 derajat.
Dua persekutuan Fakultas yang saling mencinta itu adalah Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan Fakultas Ilmu Perikanan (FPIK)

Fakultas Ilmu Administrasi itu sendiri adalah fakultas dengan predikat juara umum jumlah Mahasiswa baru terbanyak tiap tahunnya, mahasiswa baru yang masih hijau, yang di tipu euforia kabanggan masuk FIA, padahal ga jelas nanti nasibnya ketika lulus bakal jadi apa. Ironis.

Sedangkan Fakultas Ilmu Perikanan adalah Fakultas yang selalu basaaah. Tiap mahasiswanya diharuskan bisa berenang (mungkin tinggi gw nambah kalo masuk sana), Fakultas yang tidak hanya berusaha memahami pola hidup manusia, tetapi juga memahami dan mempelajari kegiatan bermasyarakat ikan. Thats so cool !

***

Awalnya gw bergabung dalam komunitas ini beener-bener secara diluar dugaan banget. Waktu itu, ga akan gw lupa. Saat gw masih maba (mahasiswa bau), baru pdkt sama keadaan di tempat perantauan, keadaan Malang. Sama seperti remaja ababil lainnya dalam beradaptasi, adalah hal yang lumrah apabila dalam proses pengenalannya, kami (remaja ababil) akan lebih memikirkan hal-hal yang dapat menyenangkan dan memberikan rasa nge-fly setiap harinya saja dalam proses adaptasi ini. Maklum, perasaan jauh dari orang tua, tak ada yang mengontrol, seakan menjadi raja yang terus memerintah gw pada saat itu untuk terus berleha-leha saja. Waktu itu quotes yang selalu brapi-api di hati gw adalah “everyday is holiday” .

Entah gimana caranya suatu ketika, seorang kakak dari persekutuan ini pun mulai mengajak gw untuk mengikuti suatu ibadah yang di sponsori oleh PMK IMANUEL itu sendiri. Kehidupan emang selalu engga bisa di prediksi (gw selalu seneng bilang kata ini), Tuhan memang maha tau, makanya pas itu, waktu ibadah itu, isi temanya kena banget ke isi hati gw. Layaknya kata penolakan dari seorang gadis, jleebb !!! nusuk hati banget.

Gw lupa tema khotbah itu ayatnya diambil dari kitab apa, tapi yang jelas ini khotbahnya berbicara sepeti ini “di usia sekarang ini (mahasiswa maksudnya) sudah seharusnya kita melompatii garis dari manja menjadi mandiri, dari dilayani menjadi melayani, dan dari di berkati menjadi memberkati ”

Okey, mungkin kata-katanya sedikit gw tambahin dengan pemikiran gw yang briliant, tapi tanpa bermaksud mengurangi sedikitpun maknanya. Gw bener-bener terinspirasi. Bener juga kan, mau sampai kapan gw terus bermanja ria, mau sampai kapan gw minta dilayani terus, dan mau sampe kapan gw minta berkat terus. Udah saatnya gw menjadi pribadi baru yang tak hanya terus menengadahkan tangan, tapi juga coba memberi, melayani, dan memberkati. Udah saatnya menjadi pribadi yang lebih ganteng lagi.

***

Serius kawan, dalam beberapa hari setelah khotbah itu, pkiran gw terus menganalisis dan memahami. Pemikiran itu terus mengkontaminasi otak gw dan menghadapkan gw kepada dua pilihan. Apa terus bergelut dalam kehidupan fana yang penuh dengan kesenangan atau kehidupan baru yang tentunya menuntut gw untuk menjadi pribadi yang baru. Sungguh kawan, gw masih terlalu unyu saat itu untuk dihadapkan pada dua pilihan itu. Berat memang.

Entah karena pengaruh apa, gw pun mengambil pilihan untuk masuk dan bergabung didalamnya. Yaps, hidup adalah pilihan kawan. Dan sekarang gw udah masuk ke dalamnya. Ternyata masuk di dalamnya engga seburuk yang gw duga, meski terkadang terdapat beberapa masalah di dalamnya, setidaknya itu semua gw anggep proses pendewasaan aja.

***


Dari sini gw mulai berpikir, sebenernya kita tak akan pernah tau apa maksud Tuhan dalam hidup kita, jika kita belum benar-benar ikhlas ngejalaninnya. Kuncinya adalah percaya pada-Nya. Ya percaya aja !
Sekarang buktinya, gw udah bisa sedikit meraba maksud Tuhan “mengapa menempatkan gw di kota Malang ini?” salah satunya mungkin ini, bisa bertemu sama kalian pribadi-pribadi yang baru, mungkin Tuhan mau kita sama-sama belajar untuk menjadi pribadi yang luar biasa lagi. Belajar menjadi terang bersama-sama.

Sebagai penutup, jujur, sebelum gw pergi ke malang, gw kira malang itu tempat yang serem, di kota di ujung pulau jawa yang di penuhi kesunyian (pada umumnya orang ganteng benci akan kesunyian), dan di penuhi orang-orang Jawa yang ga jelas bahasanya.
Tapi, kenyataanya adalah gw di pertemukan dengan orang-orang baik macam mereka di PMK IMANUEL, orang yang mau mengajarkan gw banyak hal, seperti kesetiaan, ketulusan, dan cinta.
Gw harap kita bisa terus bersama, tak ada perpecahan, seperti slogan yang suka mereka panjikan saat bersama “BECAUSE WE WERE FAMILY”

Sabtu, 07 Januari 2012

Selamat Natal my lovely family


Kehidupan emang selalu engga bisa diprediksi, meski kita tahu awalnya, tapi kita takkan pernah tau akhirnya. Begitu juga yang gw alamin kali ini kawan, coba kita flashback ke bulan Desember ditahun lalu, ketika gw masih berstatus pengangguran dan merajai rumah, dikelilingi nuansa merah ceria, dan indahnya kerlip pohon Natal.
Seinget gw, ketika bulan Desember tiba, gw selalu ngerasa bertambah ganteng, dibuai angpao Natal dan Tahun baru dari sanak keluarga, yang mendesak gw semakin tak kuasa mengajak beberapa gadis untuk sekedar bersenang-senang. Belum lagi suasana rumah yang mendadak bertambah hangat dan mesra, lantaran datangnya sanak-keluarga yang dari antah berantah, yang baru pertama kali gw lihat wajahnya, tiba-tiba datang sekedar hanya untuk mengucapkan Natal dan Tahun Baru. Hmm, indahnya...

Eits, tapi itu dulu kawan, tahun lalu, ketika gw masih dalam puncak everest kejayaan gw. Karena sekarang gw tak lebih dari sekedar bujang lapuk yang mencoba mencari peruntungan menimba ilmu di kampung orang. Terdampar di kota Malang, di tempat perantauan ini, Natal bagi gw adalah hal yang biasa saja. Mungkin hanya tanggal merah, pergi kegereja meski bukan hari Minggu, dan film kartun yang tayang semakin banyak, menjadi pembeda Natal dengan hari biasa. Bahkan dalam beberapa kasus nasib perantau yang lebih ekstrim, mereka akan melangkahi tanggal 25 pada bulan Desember itu hanya dengan berbaring seharian dikosan. Suram memang.
Sungguh kawan, ketika sang Desember telah mulai memunculkan wajahnya, memasuki persiapan Natal, hati gw selalu dilanda rindu. Gw rasa untuk urusan ini, kalian kawan wahai perantau yang tidak dapat pulang ketika libur natal khususnya, akan memiliki suatu konsep struktur kerinduan yang sinergis dengan gw.
Kita begitu merindukan kehangatan dirumah.
Bagi gw pribadi, disaat seperti ini, bayang-bayang tawa canda sambil menghias bonsai natal dirumah* (* pohon natal yang berukuran mini), makan lapet* (*camilan khas batak) bareng dirumah, sampe tidur bareng di ruang tamu bersama dirumah menunggu Tahun Baru tiba, selalu meng-galaukan gw.
Keluarga dan kehangatannya benar-benar mengahajar gw dengan kerinduan terhadap mereka.
Sekarang, karena gw ga bisa pulang merayakan Natal di rumah,biiarlah melalui notes ini, bisa menjadi kartu ucapan natal buat orang-orang yang ada dibalik kebijaksanaan gw ini, sesungguhnya gw punya mereka orang-orang yang selalu menjadi kompas penunjuk arah otak gw, yang ga akan membiarkan gw tersesat dan merasa sendiri, yaa, merekalah keluarga gw.
Whoooppp….
Dan inilah wajah-wajah ceria mereka :)
ini adalah foto kakak gw si ka nova (dengan topi santa) dan adik gw si sanklaria (pake kacamata).

nah kalo ini foto adik gw yang bontot si gita.



and of course my lovely parent’s
***
Yaps, akhir kata mau bilang selamat Natal buat keluargaku tercinta di bekasi sana, biarlah kerinduan di hatiku dan hati kalian, dapat diterjemahkan menjadi satu kata , yaitu cinta.
TUhan berkati kita.

Jumat, 16 Desember 2011

JOMBLO ???



Okey akhirnya balik lagi bareng gw Dermont Spalanza !!!

Udah lumayan lama hingga akhirnya jemari indah ini bisa dapet kesempatan buat bercinta lagi dengan tombol-tombol komputer ini haha. Mungkin kesibukan dan pencarian akan seorang kekasih seakan-akan jadi jarak dan penghalang antara gw dengan kegemaran gw yang satu ini. Tapi lega bisa nulis lagi. Huraaay !!!

Bagi gw, menulis saat ini tak ubahnya perasaan suami istri yang sudah puluhan tahun menjalin bahtera rumah tangga,  tapi tetap tak akan bisa melupakan indahnya saat malam pertama. Perasaan keinginan untuk menulis itu selalu wa-was, dan selalu ada di kepala gw, meski terlihat tidak peduli, tapi gw selalu merindukannya.

***


Kali ini gw mau sedikit berbagi pandangan kepada kalian wahai para pembaca setia blog gw yang berbahagia, mengenai makhluk yang akhir-akhir ini menyedot banyak perhatian publik, makhluk hina yang merasa paling malang saat malam Minggu tiba, makhluk yang hampir tiap malamnya coba menetaskan kesunyian yang ada dihatinya dengan meng-sms gadis-gadis tak berdosa, berharap dapat respon dari salah satunya.
Makhluk dengan urutan kasta paling bawah dalam status keadaan sosial, ya merekalah yang terjerembab dalam golongan hina. JOMBLO ! hmmm.. Kasihan.





Untuk lebih memberikan efek visualisasi kepada kalian wahai pembaca yang berbahagia, gw sendiri seperti biasa telah mengklasifikasikan jomblo itu dalam tiga golongan. Dan tentu saja, latar atau tempat yang gw jadikan penelitian gw adalah kehidupan sosial di kampus. Dimana semua jomblo berkeliaran lalu lalang tak tahu malu. Termasuk gw.

***


Okey, langsung aja ini dia bentuk jomblo yang gw klasifikasikan pada golongan yang pertama.
Sesuai dengan ciri-cirinya, pada golongan pertama ini, gw memberi nama jomblo ini dengan sebutan INTELEKTUALIS JOMBLOIS. 

Jomblo pada kategori ini biasanya sangat pandai dalam bergaya, ditambah dengan sentuhan kacamatanya, menambah kesan elegan ketika kita melihatnya. Sebenarnya mereka yang jomblo dalam kategori ini adalah manusia-manusia cerdas yang lebih menggunakan fungsi otak kirinya, dibanding otak kanannya. Mereka lebih menggunakan kemampuan intelligence nya (IQ) dibanding kemampuan emotionalnya nya (EQ). Singkatnya mereka lebih bertindak dengan berpikir logika saja, dan mengesampingkan berpikir dengan perasaan, meskipun itu harus menyisihkan perasaannya sendiri. Ironis memang.
Jomblo pada golongan ini adalah ,ereka yang memiliki prinsip tinggi, agar lebih jelas, biasanya bunyi prinsip-prinsip mereka itu seperti ini
“gw ga bakal pacaran sebelum bahagiain orang tua...”
“ga ga bakal pacaran sebelum lulus kuliah...”
“gw ga bakal pacaran sebelum nambah tinggi 5 senti ...” Suram !





Belum selesai sampai sini kawan, parahnya mereka jomblo golongan pertama ini akan menganggap prinsip mereka itu bagaikan titah Allah yang juga tertulis dalam dua loh batu yang di pegang Musa. Hingga suatu ketika saat cinta mendatanginya, mereka akan tetap mengacuhkannya, apabila mengganggu prinsipnya itu. Well, that’s reality sob, itulah hidup! ada sesuatu yang tak bisa dipaksakan, meski hal itu adalah yang paling indah  dan mulia sekalipun, seperti cinta. (ganteng yah kata-kata gw).

***


Nah lanjut ke dalem tabel pengamatan gw ke golongan dua mengenai jomblo. Sesuai dengan perhitungan bulan, tahun dan feng-shui yang gw lihat, agak sedikit bingung juga gw ketika harus memberikannya nama.
Dilihat dari beberapa ciri sifatnya, keluarlah beberapa nama yang terlintas di otak gw, seperti aroganis jomblois, kampretis jomblois, dan egoistis jomblois. Namun semua itu laksana terhempas, jika kita melihat keadaan fisiknya. Karena nama yang pas adalah PERFEKSIONIS JOMBLOIS.

Jomblo pada golongan ini adalah jomblo dengan balutan penampilan paling mumpuni dari semua jomblo, mereka adalah duta-duta kebanggan perkumpulan jomblo seluruh dunia, merekalah yang selalu diutus dalam kontes abang-none jomblo seluruh dunia. Pokoknya merekalah yang bisa mengharumkan nama jombllo, dan karenanya sebagian orang percaya
“ jomblo itu bukan karena tampang kurang !”.



Nah kawan akan gw beri tahu sedikit sifat-sifat dari golongan ini, yang sedikit mempengaruhi pada pemberian nama tadi. Langsung aja, jomblo pada golongan dua ini adalah jomblo yang paling banyak mendapat pusat perhatian dan selalu ingin di perhatikan mereka beranggapan merekalah diatas semuanya (arogan).
Sebenarnya jomblo pada golongan ini dapat dengan mudah melepas status jomblonya, tapi beberapa diantaranya memang cenderung lebih nyaman dengan status jomblonya. Mereka bertameng dengan status itu, mereka dapat mendekat bahkan masuk ke beberapa hati sekaligus. Dan ketika jenuh tiba dirasanya, mereka akan meninggalkan orang yang telah didekatinya begitu saja. Yaps, hanya ingin bersenang senang, dan saat bosan, mereka meninggalkan itu semua dengan mudah, tanpa ikatan (kampret).
Beberapa dari golongan dua ini juga biasanya terbuai akan perasaan, mereka merasa bahwa diri sendirilah yang terbaik. Namun kenyataannya perasaan itu telah menikam mereka dari belakang, karena mereka tak lebih dari seorang jomblo. Mereka biasanya adalah pemilih yang luar biasa, terus mencari sosok yang cukup sempurna untuk mendampingi dan megimbangi kualitas pesonanya (egois). Disinilah kesalahan mereka, karena mereka mencoba untuk mencari cinta yang sempurna, dan bukannya mencintai dengan cara yang sempurna hmm.... (makasih om Mario Teguh buat petuahnya)

***


Akhirnya sampai juga di penghujung tabel pengamatan gw mengena klasifikasii jomblo itu sendiri. Sebelum gw bahas mengenai jomblo yang ketiga ini, gw mau tanya dulu sama kalian yang lagi jomblo, yang baca tulisan ini. Dari dua klasifikasi yang gw uraikan di atas, lo ngerasa udah termasuk dalem kategori itu ga ? hmmm kalo belum, berarti selamat, karena lo pasti masuk kategori jomblo golongan ketiga ini. Haha

Tanpa ragu dan bimbang gw hadiahkan nama pada golongan jomblo ini, yaitu NAJHIS JOMBLOIS. Okey mungkin kata-kata yang gw kasih buat nama jomblo golongan ketiga ini terlalu kasar dan keras. Tapi percayalah kawan, kehidupan memang berlaku kasar dan keras pada mereka. Sesungguhnya jomblo dalam kasta ini adalah jomblo yang paling hina kedudukannya, karena mereka adalah jomblo-jomblo yang paling engga tau diri, dan engga sadar kalo mereka hanyalah seonggok jomblo.

Yoi, lo semua memang bener, ga ada manusia yang sempurna, tiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Nah, makanya itu gw juga gag mau mendeskriminasi, dan bagi gw, si jomblo pada kategori ini tetep mempunyai kelebihan, meski kelebihannya itu adalah cuma rasa percaya dirinya yang gede banget ngelebihin gede badannya sendiri.



Mereka pada umumnya suka banget memuji diri sendiri, mereka selalu ngerasa ganteng, selalu ngerasa cantik, karena emang ga ada lagi yang muji mereka selain dirinya sendiri. Adanya twitter dan facebook juga semakin memuluskan rencana gilanya, yakni mengubah cara pandang orang terhadapnya. Mereka dengan rajin akan menuliskan status di facebook ataupun di twitter kata-kata indah menyanjung laksana puisi, dengan harapan siapapun yang membacanya akan merasa orang yang menulisnya pastilah seorang yang sangat cerdas, bijaksana, dan menawan. Lagi-lagi ironis memang.

Jomblo pada golongan ke tiga ini, adalah orang yang semua keadaan pada dirinya pas-pasan. Muka pas-pasan, kantong pas-pasan, dan tinggi badan juga pas-pasan. Semua keadaan pas-pasan itu pun seiring berjalannya waktu telah berubah menjadi kesiapan mental untuk menerima congkaknya nasib, bahwa mereka diharuskan untuk hidup dengan satu cinta saja, yaa cinta yang ada pada dirinya saja. Seperti menelan bakso bulat-bulat, mereka pun mulai meyakini slogan “sendiri itu lebih baik dari berdua” adalah benar adanya. Hina sekali memang. Tapi itu dia kawan, sekali lagi gw katakan that’s reality sob, itulah hidup !!! syalalalala

Well, itu dia tadi beberapa klsifikasi jomblo menurut pengamatan gw sendiri. Sudah tau lo termasuk dalam jomblo yang golongan mana ?
Tapi kawan, sini gw sedikit kasih bocoran, sesungguhnya jomblo itu bukan sesuatu yang menyeramkan, bahkan jika dijalankan dengan tulus ikhlas, semua itu berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Hadapilah dengan kepala tegak, dan selamat menjomblo hahaha..

 
Punya twitter ? follow @dermonttt











Selasa, 08 November 2011

My Band


Terlahir menjadi anak tampan yang gag bisa diem adalah adalah salah satu talenta yang ditanamkan Sang Pencipta kepada gw.
Bakat ini juga semakin di perparah dengan rasa percaya diri gw yang begitu tinggi, bahkan tingginya melebihi badan gw sendiri.
mungkin iinilah penyebab waktu dulu menjalani masa anak-anak, gw suka kemana-mana berlarian bermain mengitari gang rumah hanya menggunakan selembar celana dalam, dan menganggap itu seksi.

Rasa percaya diri ini pun seiring berjalannya waktu semakin bertambah parah lantaran keadaan sekitar juga yang memang mendorong gw untuk memutuskan urat malu yang ada.
adapun alasan yang memperparah keadaan ini adalah saaat secara agung Yang Maha Kuasa mempertemukan gw dengan orang-orang yang nantinya, bersama merekalah gw berjuang menunjukkan eksistensi di belantika musik Indonesia...

Ini semua bermula dari terdamparnya gw di sekolah tak terhiraukan, di kucilkan, sekolah yang dimana mulai dari peranakan TK, SD, SMP, hingga SMA di gabung dalam satu kompleks kecil yang indah.
Sungguh mengharukan memang, Sekolah hina itu adalah SMA St. Maria Monica.

Kehidupan semasa SMA gw tak ubahnya dengan remaja lain, libido yang masih tak tertanggungkan lantaran masih dalam tahap pubertas, membuat gw selalu merasa paling hebat, dan membuat gw ugal-ugalan menjalani SMA. Pikiran gw masih suka berorientasi janggal, yang jika di foto dengan sinar-X maka gambar otak gw bakal sama dengan otak pria tak waras yang menjadi gila karena ditinggal kekasihnya.

Pada saat itulah gw bertemu orang- orang yang luar biasa, yang sampai saat ini, meski gw menderita bersama mereka, tapi gw selalu merindukannya..

Pertama-tama gw ketemu mereka itu klise banget, kayak cerita TV di serial remaja.
Pemuda tampan dan populer di SMA yang gerak-geriknya selalu menjadi timeline kampus (tentu itu peran gw), selalu dibuntuti oleh bujang-bujang kurang pergaulan yang gag ngerti cara make twitter, yang dengan uang jajan pas-pasan sejalan dengan tampangnya, mereka berharap kecipratan aura populer dengan selalu bereng gw.(itu mereka) 

Cukup sekali, sekali aja ngband, tapi pesonanya udah bikin gw jatuh hati.

Singkat cerita, keintensifan kita jalan bareng ternyata ngelurusin jalan kita, terutama dalam musik. 
Rencana Tuhan emang selalu unpredictable, di balik tampang hina mereka tersimpan talenta musik yang cukup untuk sekedar mencari receh dengan ngiterin gang rumah.
Sejak saat itu kami berfluktaulisasi dan berkomitmen ngebentuk band.
yoi guys, kita bikin group band, bukan boy band yang nari-nari, nyanyi lipsing, trus mereka selalu bedakan kadang lipstikan.
Bukan, tapi yang gw bentuk Group band yang dimana tiap personilnya megang alat musik, punya kumpulan groopies yang vulgar, trus di pimpin olehh vokalis yang tampan, yang setiap gerak-geriknya di puja oleh para wanita...hmm menyenangkan.

Jujur awalnya ngeband gw hanya berharap kepopuleran, ketenaran, namun lambat laun gw merasakan keterikatan.
Seiring berjalan waktu, seperti ilmu fisika, kami bagai lima molekul yang membentuk jaringan, tak dapat dipisahkan.

Baiklah para pembaca nan berbahagia, ini dia salah satu momen yang bikin bulu kuduk gw berdiri. Karena kali ini akan gw deskripsikan sedikit tentang mereka, kepingan puzzlle hidup gw, mereka yang selalu mengajak gw berlari melewati kesulitan-kesulitan hidup yang gw alami, tempat dimana gw selalu bisa minjem duit, pria-pria durja hina, yang biasa gw sebut mereka sahabat, about my band.


The Sunrise Fresh

 Erik Armando menggelayuti melody,
 Rikky Johan memadukan rythem,
Pangeran Shelbie mukulin drum,
trus Agrint  Gabok Joeshua nyasar di bass,
serta gw Dermonto Siburian merajai vokal.

Erik Armando.
Berwajah kotak, hidung jambu aer, rambut kriting dan bau badan yang khas adalah suatu kesatuan dari pemuda ini yang selalu membuat gw terkagum-kagum.
Erik juga tipe orang yang sedikit bermasalah dengan hukum gravitas. Bagian rahang bawahnya yang sedikit longgar membuat gravitasi menarik rahang bawahnya secara anggun, sehingga akan menampilkan ruang diantara kedua bibirnya. Yaa, erik adalah tipe yang suka menganga.
Dalam tabel pengamatan gw melalui Facebook, Erik adalah tipe orang yang selalu merhatiin status-status gw tapi jarang nge-likenya.
Yang gw kagum dari dia adalah instingnya yang luar biasa dalam bermusik. Setau gw dia ga pernah ikut les-les musik, tapi sejauh ini melod-melod yang keluat dari jemari kotornya itu cukup sejalan dengan lagu-lagu yang ada.
Itu mungkin yang namanya insting, dan dia punya itu .
Satu lagi yang mengejutkan dari seorang Erik Armando adalah, kelihaiannya dalam membuat lagu. Melalui kunci chord dasar erik dapat mengunggah sebuah lagu dengan lirik yang cukup menyentuh kalbu. Mungkin ini akibat kelamaan menjadi jomblo, setiap kata yang keluar berubah menjadi indah. Yaps, gw akui kehebatan lo kali ini sob.. haha

Pangeran Shelbi.
Kulit hitam legam, baju kotor, muka kotor, adalah suatu pesona yang memuncrat dan ga bisa di tutupi dari pemuda ini. Semua itu berbanding terbalik dengan kemegahan namannya.
Sekedar info, nama panjang pemuda ini adala Pangeran Shelby Mangaraja Tua Marudut. Damn, sangat bangsawan kan!
Shelbi seperti kebanyakan pria kulit hitam lainnya, adalah tipe cowok petarung yang cuma berani lewat sms.
Berbeda dengan Erik, dalem pengamatan gw melalui facebook, shelbi sendiri adalah orang yang selalu mengamati status gw, ngelikenya, dan berharap bisa jadi seperti diri  gw.
Ironisnya, justru gw yang selalu kagum sama ini anak. Karena apa, Shelbi adalah satu dari sekian banyak orang yang bisa maenin banyak alat musik. Tapi cuma maenin alat musik, Please jangan suruh dia nyanyi.
Dialah guru bermusik gw, musisi idola gw, dan drummer favorit gw.
Ketukan - ketukan hidup yang berlaku keras padanya telah menjadikannya pemuda yang tegar. Meski muda usianya, gw tau udah banyak ujin berat yang di laluinya dengan luar biasa. Drummer idola gw.
untuk hal ini, gw belajar dan terus belajar banyak dari ketegaran luar biasa lo man. Salute !

Rikky Johan.
Seperti kebanyakan pemuda yang lahir dan bertempat tinggal di daerah pinggir rel lainnya, adalah lumrah apabila kelihaian pendengarannya sedikit berkurang. Suara laju rel yang selalu terngiang-ngiang di telinga kotornya selalu menghambat frekuensi suara dari luar untuk masuk dan di cerna otaknya. Ditambah posturnya yang menjulang tak beraturan, suatu keberuntungan saat lo bertanya, ga daper jawaban "haaa ???" dari bibir jeblehnya.
Saat bertanya sama ini anak, satu pesen gw kawan,pastikan lo hapal betul pertanyaan itu, karena lo pasti bakal terus mengulang pertanyaannya. Percayalah.
Mungkin lo pada pada mikir, kenapa juga musti bela-belain nanya sama orang dengan kapasitas pendengaran yang minim kayak dia. 
Sini kawan gw kasih tau, terlepas dari tampang bloonnya,pengisi rythem di band gw ini adalah seseorang yang punya pemikiran cerdas nan luas meski di bawah tipis sedikit di banding kecerdasan gw. Itu dia yang bikin orang bakal terus bertanya dan bertanya sama ini anak, kerena mereka akan mendapat jawaban luar biasa dari bibir dowernya.
Dia adalah tipe pemikir jenius yang jarang ngegunain otaknya. 
Satu pesen gw ki, please ajarin si erik, shelbi ma gabok maen twitter. haha

Agrin Joshua. (Gabok)
Ini dia salah satu spesies langka yang di wajahnya terdapat stalaktit dan stalakmit layaknya isi pegunungan tempat orang suku pedalaman memuji roh halus. Menyeramkan.
Mungkin terlalu vulgar kalo gw sebut kata "hancur" untuk mendeskripsikan susunan wajahnya.
Karena ini anak gaul abis, sampe-sampe dia punya nama ilmiah layaknya primata tak berhidung yang hampir punah.kami semua sepakat memberikan panggilan Gabok padanya.
Dan kami semua menyayanginya*. Dibaca selalu ingin memukulinya.

Okey,Itulah mereka.
Tempat dimana gw selalu bisa minjem duit, pria-pria durja hina, yang biasa gw sebut mereka sahabat, my band.
Dari mereka gw banyak belajar arti hidup.
Sekarang gw mengerti makna perhatian itu adalah siindiran hina yang saling kami keluarkan.
Ketulusan adalah pinjem-minjem duit yang sering kami lakukan.
Pengorbanan adalah ketika saling jemput-menjemput menjelang latihan.
Lagu-lagu gag jelas yang kami ciptakan, itulah keajaiban.
Tawa - tawa yang hadir diantara kami, itulah cinta.
Maen PS di rental sehabis latihan adalah kebahagiaan.
Suara indah yang gw keluarkan, itulah pesona.

Serta Sunrise Fresh, band kami, adalah harapan.

Minggu, 16 Oktober 2011

Saat Aku Beranjak Dewasa

Ibu,
Baru saja aku selesai bercermin.
Ya aku masih sama seperti biasanya
rupawan dan menggemaskan,
meski sekarang harus rutin bercukur.

Ayah,
Lihat ini,
Sayapku telah tumbuh,
tak ada yang dapat menahanku.
Biar ku gapai semua mimpiku.
Semua !

Ayah,
Aku sudah siap.
Aku harus pergi ke kota sana,
kalahkan lawan,
merebut kemenangan.

Ibu,
Jangan bersedih
hapus air mata ya.
Aku janji ini cuma sebentar,
janji.

Ayah, Ibu
aku berangkat ya,
doakan agar aku berhasil.
Biarkan aku mendaki Everest-ku.
Tapi ingatlah,
aku selalu mencintai kaliaan
di sepanjang jalan hidupku.

Rabu, 14 September 2011

About My Name

Di malam yang syahdu ini, baru aja gue ngobrak - abrik lemari baju si mama gara- gara nyari celana dalem gw yang terus - menerus menghilang secara misterius dari lemari gw, selama gw tinggal kemalang.
Karena gag ketemu juga alhasil gw pake apa yang ada aja di lemari si mama.
Tapi kawan, bukan itu yang mau gw sampaikan disini, karena apa, dalam lemari itu gw menemukan sesuatu yang lebih indah, lebih penting dan lebih berharga dari celana dalam rider gw yg tak tahu dimana rimbanya, gw menemukan akte lahir gw. #tereret teret.. bunyi terompet

Alkisah menceritakan 27 November 20 tahun silam, gw terlahir hampir dengan nama Jhon Huan Pedro Morales Dermont'o Spalanzani siburian
Nama ini merupakan besutan dan ide cemerlang Mama gw yang pada saat itu, saat mengandung gw, begitu terobsesi dengan segala hal yang berbau telenovela.
Mungkin itu juga yang menyebabkan tampang gw seperti remaja berdarah eropa lainnya.

Seperti biasa, semua kebijakan yang bersifat unpredictable, selalu ada tokoh antagonis yang tidak setuju.
Disinilah peran Bapak mencuat. Bapak pada saat itu menghendaki nama lain buat gw sandang, nama yang menjunjung tingi adat, sangat mengagungkan istiadat, Bapak berharap dengan nama itu kelak, gw dapat membangun restoran Lapo-Tuak   di ujung jalan sana, dengan nama itu terpampang di plang nya.
Adapun nama istimewa itu adalah Saut Dermonto Parulian Siburian.
 Hmph.. Benar - benar menunjukkan kebatakannya.

Perbedaan pendapapat dan kebijakan antara kedua insan yang saling berkasih-kasihan diatas berdampak pada terkatung-katung dan ketidak jelasan nama gw.
Cukup lama kedua penguasa di kerajaan Siburian itu merundingkan nama yang tepat buat gw. Kaum Pers yang ga sabaran pun mempublikasikan gw dalam majalahnya dengan panggilan si ucok.
Dan sejak saat itu setiap orang yang gemas hanya memanggil gw dengan sebutan si ucok.

Namun akhirnya sang waktu jugalah yang berkuasa,
karena tepat pada ulang tahun gw yang pertama, Bapak dan Mama keduanya mulai mengibarkan bendera putih, bendera perdamaian. Keduanya sepakat mengurangi ego dari tiap hati masing-masing dengan hanya satu tujuan, yaitu kebahagiaan gw. Inilah kawan, begitu besar cinta kasih orang tua.
Mereka pun sepakat memberi dan membabtis gw dengan nama Dermont'o Siburian.

Dan terlepas dari semua itu, sering terbersit di pikiran gw, apalah arti sebuah nama.
Karena keharuman sebuah nama bukan hanya dari kata Wangi atau Harumi pada nama itu, melainkan parfum apa yg di pakai si empunya nama.
contoh : seorang gadis bernama Harum, namun jarang mandi dan ganti baju. Itu sama aja nol kan.
Keindahan sebuah nama juga bukan hanya dari sepanjang apa dan seunik apa nama itu, tapi balik lagi ke tampang penyandang nama, seganteng dan secantik apakah dirinya.
contoh : temen gw terkasih Pangeran Shelbi Mangaraja Tua Marudut, tapi kalian bisa liat langsung gimana wujudnya dia. Memperihatinkan
Serta keabadian sebuah nama bukan hanya dari filosofi yang indah, tapi apa saja yang dilakukan si empunya nama untuk dirinya, dan orang lain tentunya yang selalu mengenangnya.
Contoh : pikirkan sendiri sob ! haha

tapi bagi gw,
" Nama adalah bukti bahwa Tuhan menurunkan kebijakannya kepada kita, agar kita dapat memanggil seseorang dengan kata yang indah. "
Dermont'o Siburian